• Prodi Teknologi Hasil Pertanian
  • 27. 08. 2020
  • 121

Pengabdian Kepada Masyarakat: Pengolahan Abon dari Jantung Pisang

oleh: Lia Angraeni, S.P., M.S

Dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian Lia Angraeni, S.P., M.Sc. melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Seunebok, Aceh Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2019 dan mengambil tema tentang pengolahan abon dari jantung pisang. Jantung pisang merupakan salah satu bagian dari tanaman pisang yang masih kurang pemanfaatannya dan seringkali hanya menjadi limbah. Produk limbah tanaman pisang memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan menjadi makanan yang bergizi, di samping harganya juga cukup murah. Jantung pisang umumnya diolah menjadi sayuran yang dimasak dengan santan, dan belum maksimal diolah menjadi jenis makanan yang lain. Dengan kandungan gizi yang dimilikinya, jantung pisang berpotensi untuk diolah menjadi abon. Untuk memenuhi gizi dari abon jantung pisang, penambahan daging sapi atau ikan dapat diberikan. Hal ini sekaligus dapat memberikan variasi rasa yang lebih gurih. Jantung pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi yang ingin menjalankan program diet, karena jantung pisang mengandung serat tinggi, sedikit lemak dan rendah protein.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan jantung pisang sebagai bahan alternatif untuk pembuatan abon dan mendemonstrasikan cara pengolahannya kepada ibu-ibu di lingkungan Desa Seunebok, Meulaboh. Diharapkan setelah kegiatan pengabdian ini selesai, ibu-ibu di Desa Seunebok mampu memanfaatkan dan mengolah jantung pisang menjadi abon dan dikonsumsi di lingkungan rumah tangga masing-masing sebagai salah satu pangan alternatif yang menyehatkan.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi terkait potensi jantung pisang sebagai bahan pangan alternatif, kandungan gizinya dan pemanfaatannya untuk diolah menjadi berbagai macam produk, termasuk abon. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktek pengolahan abon dari jantung pisang.

Jantung pisang dibersihkan, dicuci lalu beberapa lapisan kulit luarnya dibuang hingga menyisakan bagian dalam jantung pisang yang berwarna agak keputihan. Jantung pisang lalu diiris-iris halus, direbus dengan santan hingga lembut dan ditiriskan. Jantung pisang yang telah ditiriskan lalu ditumbuk dengan menggunakan lumpang agar teksturnya semakin halus. Untuk menambah protein dan rasa gurih pada abon jantung pisang, digunakan ikan teri sangrai yang kemudian dihaluskan menggunakan blender. Olahan ini menggunakan bahan bumbu yang yang mudah diperoleh, terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, gula merah dan cabe merah yang dihaluskan dengan menggunakan blender. Bumbu yang telah dihaluskan ditumis dengan daun salam dan lengkuas yang telah dimemarkan. Setelah bumbu beraroma harum, jantung pisang dan ikan teri dimasukkan ke dalam bumbu dan diaduk hingga bumbu merata dan dimasak hingga kering. Jantung pisang yang telah dibumbui lalu digoreng hingga matang dan berwarna kecoklatan. Minyak yang tersisa pada abon dihilangkan dengan menggunakan spinner. Hal ini bertujuan untuk memperpanjang masa simpan abon dan mencegah bau tengik.

Setelah abon selesai diolah, seluruh peserta mencicipi abon yang telah matang. Peserta menilai bahwa abon jantung pisang ini memiliki rasa yang gurih, enak dan tidak jauh berbeda dengan abon dari daging. Hanya saja warnanya agak lebih gelap dikarenakan reaksi browning yang secara alamiah terjadi pada jantung pisang ketika diiris. Namun demikian, pelaksanaan pengabdian ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa abon jantung pisang ini memiliki potensi untuk diproduksi secara massal dan dikomersialkan. Peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa karena pengolahan abon dari jantung pisang merupakan hal yang baru bagi mereka. Peserta juga berencana untuk mencoba mengolah sendiri abon jantung pisang di rumah mereka sendiri lalu kemudian disajikan sebagai menu keluarga.